Minggu, 09 Juni 2013

PRAKTIK BIDAN PROFESIONAL

Praktik kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberi pelayanan/ asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan manajemen kebidanan.
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis, mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Standar Pelayanan Kebidanan meliputi 24 standar yang dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Standar Pelayanan Umum (2 standar)
  2. Standar Pelayanan Antenatal (6 standar)
  3. Standar Pertolongan Persalinan (4 standar)
  4. Standar Pelayanan Nifas (3 standar)
  5. Standar Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri-Neonatal (9 standar)
Standar Pelayanan Umum
Terdapat dua standar pelayanan umum, yaitu:
Standar 1    Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat
Standar 2    Pencatatan
Standar Pelayanan Antenatal
Terdapat 6 standar pelayanan Antenatal, yaitu:
Standar 3    Identifikasi Ibu hamil
Standar 4    Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Standar 5    Palpasi Abdomen
Standar 6    Pengelolaan Anemia pada kehamilan
Standar 7    Pengelolaan dini Hipertensi pada kehamilan
Standar 8    Persiapan Persalinan
Standar Pertolongan Persalinan
Terdapat 4 standar pertolongan persalinan, yaitu:
Standar 9           Asuhan saat persalinan
Standar 10  Persalinan yang aman
Standar 11  Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat
Standar 12  Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi
Standar Pelayanan Nifas
Terdapat 3 standar pelayanan nifas, yaitu:
Standar 13  Perawatan bayi baru lahir
Standar 14  Penanganan pada 2 jam pertama setelah persalinan
Standar 15  Pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas
Standar Penanganan Kegawatan Obstetri dan Neonatal
Terdapat 9 standar penanganan kegawatan obstetri dan neonatal, yaitu:
Standar 16  Penanganan perdarahan pada kehamilan
Standar 17  Penanganan kegawatan pada eklamsia
Standar 18   Penanganan kegawatan pada partus lama/ macet
Standar 19   Persalinan dengan penggunaan vakum ekstraktor
Standar 20   Penanganan retensi plasenta
Standar 21   Penanganan perdarahan pascapartum primer
Standar 22   Penanganan perdarahan pascapartum sekunder
Standar 23   Penanganan sepsis puerperalis
Standar 24   Penanganan asfiksia neonatarum.
Standar Nomenklator Diagnosis Kebidanan
  1. Diakui dan telah disahkan oleh profesi
  2. Berhubungan langsung dengan praktik kebidanan
  3. Memiliki ciri khas kebidanan
  4. Didukung oleh clinical judgement dalam praktik kebidanan
  5. Dapat diselesaikan dengan pendekatan penatalaksanaan kebidanan
Bidan dalam menyelenggarakan praktiknya harus:
  1. Memiliki tempat dan ruangan praktik yang memenuhi persyaratan kesehatan
  2. Menyediakan tempat tidur untukm persalinan1 (satu), maksimal 5 tempat tidur
  3. Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan prosedur tetap( protap) yang berlaku.
  4. Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku
  1. Bidan yang menjalankan praktik harus mencantumkan Surat Izin Praktik Bidannya atau fotocopy izin praktiknya di ruang prakti, atau tempat yang mau dilihat
  2. bidan dalam praktiknya menyediakan lebih dari 5 tempat tidur, harus mempekerjakan tenaga bidan yang lain yang memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya
  3. Peralatan yang wajib dimiliki menjalankan praktik bidab sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan
  4. Dalam menjalankan tugas, bidan harus senantiasa mempertahankan dan meningkatkan ketrampilan profesinya antara lain dengan:
    1. Mengikuti perkembangan ilmupengetahuan dan atau saling tukar informasi dengan sesama bidan
    2. Mengikuti kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, baik yang diselengarakan oleh pemerintah maupun oleh organisasi profesi
    3. Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktik agar tetap siap dan berfungsi dengan baik
DAFTAR PUSTAKA
Hutapea R., Dr., SKM PhD, Buletin PPSDM Kesehatan edisi 3/VII, Jakarta, 2004
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369/III/1996 Tentang
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 900/menkes/sk/vii tentang registrasi dan praktik bidan, DepKes RI, 2002

 http://ayurai.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar